Risalah kegiatan The First ISPG Research Forum, Universitas Pertamina, 8 April 2017

Pada Sabtu, 8 April 2017, Indonesian Society of Petroleum Geologists (ISPG) untuk pertama kalinya menyelenggarakan ISPG Research Forum di Auditorium Universitas Pertamina. Forum Riset ISPG merupakan konferensi ilmiah yang diselenggarakan untuk meningkatkan budaya riset dikalangan geologiwan dengan konsentrasi pada bidang minyak dan gas bumi. Kegiatan ini direncanakan dilakukan rutin setiap tahun. Forum Riset yang pertama ini dipersiapkan dalam waktu yang cukup singkat yaitu 4 bulan sejak mulai dibentuk kepanitiaan. Undangan bagi para pelaku riset geologi minyak dan gas bumi dilakukan melalui media-media online. Rentang waktu pengumpulan abstrak terhitung sangat singkat yaitu kurang lebih 1 bulan sejak pengumuman pertama diterbitkan. Kemudian batas akhir pengumpulan diperpanjang satu minggu dari deadline yang sudah ditetapkan sebelumnya. Panitia memperolah sambutan positif baik dari mahasiswa, dosen, lembaga riset, maupun para professional di industri migas. Dalam rentang waktu yang terhitung sangat singkat ini sejumlah 33 abstrak masuk untuk mengikuti seleksi. Abstrak yang masuk kemudian di review oleh team juri. Dua minggu dari batas akhir pengumpulan abstrak, kemudian diterbitkan pengumuman paper-paper yang lolos seleksi. Setelah pengumuman khususnya perserta dari kalaangan mahasiswa diundang untuk mengikuti kelas penulisan dan presentasi karya ilmiah untuk pembekalan sebelum menyelesaikan full manuscript dan untuk persiapan presentasi baik presentasi oral maupun presentasi poster.

Sabtu 8 April 2017 adalah puncak acara kegiatan Forum Riset ISPG. Rangkaian acara pada hari pelaksanaan kegiatan Forum Riset meliputi opening ceremony dengan sambutan-sambutan baik dari pihak rektorat Universitas Pertamina selaku tuan Rumah sekaligus co-host, dan dari perwakilan ISPG sebagai penyelanggara acara. Sambutan dari pihak Univeritas Pertamina dilakukan oleh wakil rector III bidang riset dan kerjasama yaitu Dr. Budi Soetjipto. Adapun dari pihak ISPG sambutan diberikan langsung oleh Presiden ISPG Julianta Parlindungan Panjaitan, ST, MT. Sekitar 50 peserta telah mendaftar beberapa hari sebelum hari pelaksanaan kegiatan forum riset. Dan pada hari H sekitar 25 orang melakukan registrasi on the spot, sehingga total peserta yang menghadiri acara ada lebih dari 80 orang. Untuk pelaksanaan kegiatan Forum Riset yang pertama ISPG merekrut 30 orang sukarelawan mahasiswa untuk bergabung dalam kepanitiaan. Pada kesempatan ini student volunteer hanya dibuka bagi mahasiswa Teknik Geologi Universitas Pertamina.

Sesi utama pada pagi hari yaitu diskusi panel oleh 4 panelis yaitu Prof. Dr. Hendra Grandis, Pongga D. Wardaya, Sani Gunawan dan Dr. Andang Bachtiar. Panelis pertama, Prof. Hendra Grandis, mengemukakan mengenai peranan metode Geofisika non seismik dalam evaluasi cekungan maupun sub cekungan. Pada kesempatan ini beliau fokus pada metode gravitasi dan magnetotelurik yang digunakan sebagai tools dalam eksplorasi hidrokarbon. Panelis ke dua yaitu Pongga, yang merupakan praktisi seismic data processing dari CGG, memaparkan mengenai Post Stack Depth Migration. Untuk dua panelis pertama diskusi dipimpin oleh moderator Rulliansyah, senior modeller dari Pertamina EP yang juga ketua divisi external ISPG. Setelah pemaparan oleh dua panelis pertama dan beberapa diskusi dan pertanyaan dari audience diberikan jeda 15menit untuk coffee break. Bersamaan dengan jeda coffee break sejumlah peserta mengunjungi poster-poster dan mendengarkan presentasi dari author sekaligus tanya jawab. Diskusi panel kemudian dilanjutkan dengan pembicara ketiga dan keempat yaitu Sani Gunawan dan Andang Bachtiar. Sani Gunawan membawakan diskusi mengenai analisis geokimia dari data microseepage sebagai salah satu metode baru dalam dunia eksplorasi migas. Adapun Andang Bachtiar, menjadi panelis penutup memaparkan mengenai pentingnya analog model dari data permukaan. Dalam melakukan pemetaan bawah permukaan dan evaluasi cekungan penting untuk mengintegrasikan semua pendekatan dan mengaplikasikan model analog yang tepat sesuai dengan proses dan konsisi daerah studi. Sangat naïf jika para peneliti secara mentah-mentah menerapkan model-model geologi dari benua lain yang belum tentu cocok secara iklim dan sejarah prosesnya. Sangat penting untuk dilakukan penelitian di wilayah Indonesia sebagai bahan menganalogikan model geologi bawah permukaan di wilayah Indonesia yang kurang lebih secara iklim dan sejarah proses geologinya lebih sesuai dan tepat unutuk dijadikan referensi.

Setelah jeda makan siang, agenda pokok Forum Riset ISPG adalah penjurian untuk oral dan poster presentation. Paralel dengan ini diselenggarakan juga kelas karbonat. Kelas karbonat diselenggarakan untuk pembekalan bagi para peserta fieldtrip berupa pengayaan materi tentang karbonat. Kelas karbonat dipandu oleh Maradona Mansyur, senior exploration geologist Santos. Beliau adalah ahli dalam bidang reservoir carbonate. Pada kelas carbonate ini, Maradona Mansyur memberikan kesempatan bagi dua orang mahasiswa dari Trisakti untuk mempresentasikan skripsi yang kebetulan mengambil area studi yang sama dengan daerah tujuan fieldtrip. Agenda fieldtrip ini sendiri merupakan rangkaian kegiatan Forum Riset yang dilakukan oleh ISPG. Fieldtrip diselenggarakan keesokan harinya pada tanggal 9 April 2017. Peserta cukup antusias untuk mengikuti kegiatan fieldtrip tersebut dan tercatat 120 orang yang mendaftar. Total peserta diskusi Forum Riset sekaligus fieldtrip kurang lebih 200 orang.

Paralel dengan kegiatan kelas fieldtrip, presentasi oral forum riset dilakukan sesuai dengan kelompok tema paper. Ruang pertama adalah untuk presenter dari kalangan mahasiswa. Ruang kedua adalah untuk paper-paper bertema subsurface mapping baik dengan metode seismik maupun nonseismik, adapun pada ruang ke tiga adalah oral presentation untuk paper dengan tema log analysis dan petrophysics. Setelah semua partisipan mempresentasikan karyanya, juri melakukan meeting untuk merangkum hasil evaluasi dan penilain mereka terhadap masing-masing peserta. Kemudian ditentukan 1 pemenang untuk kategori poster, 1 pemenang untuk oral presentation kategori mahasiswa dan 1 orang pemenang untuk oral presentation kategori professional. Best poster dimenangkan oleh Amri Yogi Priambodo, fresh graduate Geofisika UGM, yang mempresentasikan penelitian skrisinya mengenai perubahan batas lempeng di area Sulawesi dan implikasinya untuk mitigasi bencana maupun minimalisir hazard dalam operasi pemboran juga perencanaan jalur pipa. Best oral presentation kategori mahasiswa diraih oleh Putri Ramadhina, partisipan mahasiswa dari UPN Jogjakarta, yang mempresentasikan risetnya mengenai analisis statistic multivariate untuk karakterisasi data geokimia hidrokarbon pada salah satu basin di Jawa Timur. Adapun best oral presentation diraih oleh Didit Putra Kusuma, petrophysicist PHE ONWJ yang mempresentasikan paper mengenai analisis kuantitatif untuk membedakan tipe-tipe mineral lempung dengan mengintegrasikan data log dan data core. Masing-masing pemenang mendapatkan hadiah 2 juta rupiah unutk best poster, 1.5 juta rupiah untuk best oral presentation kategori mahasiswa dan 3 juta rupiah untuk best oral presentation kategori professional. Rangkaian acara Forum Riset ditutup dengan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada partisipan, penyerahan hadiah kepada para pemenang dan foto bersama dengan seluruh peserta.

Sebagai saran dan masukan, kegiatan forum riset ini perlu diselenggarakan secara rutin serta melibatkan banyak stakeholder sehingga dapat bermanfaat bagi dunia riset secara khusus pada bidang geologi migas. Beberapa kendala yang dihadapi untuk perbaikan kedepannya adalah persiapan abstrak maupun final manuscript paper perlu diberikan tenggang waktu minimal 2 bulan untuk menghasilkan karya yang optimal. Khususnya untuk peserta dari kalangan mahasiswa untuk abstrak yang lolos seleksi perlu dilakukan pendampingan mentoring secara sistematis dan intensif dari angota ISPG yang memiliki bidang kepeminatan yang sama dengan harapan supaya kualitas karya ilmiah dari kalangan mahasiswa tidak terlalu jauh berbeda dengan kualitas karya tulis dari kalangan professional. Dan secara tidak langsung peserta dari kalangan mahsiswa selain berkesempatan mempublikasikan karyanya juga akan mendapatkan upgrading dalam hal penulisan ilmiah.

  • Alibaba Alibabi

    Saya Setuju dengan Pendapat Sebagai saran dan masukan, kegiatan forum riset ini perlu diselenggarakan secara rutin serta melibatkan banyak stakeholder sehingga dapat bermanfaat bagi dunia riset psikotes secara khusus pada bidang geologi migas. Beberapa kendala yang dihadapi untuk perbaikan kedepannya adalah persiapan abstrak maupun final manuscript paper perlu diberikan tenggang waktu minimal 2 bulan untuk menghasilkan karya yang optimal.