
Rp200,000.00
ABSTRACT
Sedimen berumur Miosen Awal bagian bawah merupakan lapisan penting bagi kegiatan eksplorasi hidrokarbon di Cekungan Jawa Timur Utara. Hal ini berdampak pada kebutuhan akan bagan biostratigrafi yang lebih rinci pada umur tersebut agar korelasi skala reservoar dapat dilakukan secara lebih teliti dan akurat. Penelitian terhadap hasil analisis biostratigrafi nanoplangton dengan metode kuantitatif pada sejumlah penampang sumuran di Cekungan Jawa Timur Utara telah menunjukkan bahwa sediment cekungan tersebut memberikan data kumpulan nanoplangton yang memenuhi syarat untuk pembagian biostratigrafi lebih lanjut terhadap zona NN1 dan NN2 ke dalam beberapa subzona. Dalam Zonasi Martini (1971), zona NN1 dicirikan oleh kemunculan akhir Helicosphaera recta pada bagian dasar dan kemunculan awal Discoaster druggii pada bagian puncak. Dalam penelitian ini, zona ini dapat dibagi menjadi 3 subzone (NN1a, NN1b dan NN1c), yang dan tua ke muda masing-masing dibatasi oleh kemunculan akhir Clausiococcus fenestratus dan kemunculan akhir Cyclicargolithus abisectus atau Sphenolithus delphix. Selain itu, Helicosphaera recta juga terbukti dijumpai pada umur yang lebih muda, meskipun dalam keadaan sangat jarang, sporadis dan variatif secara umur, sehingga dalam paper ini, kemunculan akhir spesies tersebut diganti dengan kemunculan akhir Sphenolithus ciperoensis. Zona NN2 ditandai oleh kemunculan awal Discoaster druggii pada bagian dasar dan kemunculan akhir Triquetrorhabdulus carinatus pada bagian puncak. Zona ini dapat dibagi kedalam 2 subzone (NN2a dan NN2b), yang keduanya dibatasi oleh kemunculan akhir Ilselithina fusa.
Description
Authors : Panuju & Rubiyanto Kapid

