1st Basin Forum: Play Baru Harapan Energi Masa Depan Indonesia

Foto bersama seluruh peserta dan pembicara setelah acara usai

(Jakarta-ISPG)- Pada hari Sabtu, 18 Juni 2016 bertempat di Auditorium Dewan Energi Nasional (DEN) kantor Komite Eksplorasi Nasional (KEN) Indonesian Society of Petroleum Geologists (ISPG) menyelenggarakan Technical Session yang termasuk ke dalam rangkaian program Basin Forum, bertajuk: New play opportunity in mature basin. Acara ini sekaligus mengawali rangkaian program kegiatan ISPG di tahun 2016. Kegiatan diskusi yang dihadiri oleh tak kurang dari 30 peserta dari berbagai level (professional muda dan senior, peneliti, mahasiswa fresh graduate) dan beragam latar belakang keilmuan Geologi & Geofisika. Kegiatan ini berlangsung sederhana, namun tetap tanpa kehilangan esensi yang ingin dibawakan oleh panitia acara dan para pembicara.

Kegiatan ini mengundang dua orang narasumber yang sudah tidak asing lagi kiprahnya di dunia minyak dan gas bumi Indonesia: Bpk. Andang Bachtiar; (Ketua Komite Eksplorasi Nasional/KEN), dan Bpk. Herman Darman (co-founder Forum Sedimentologi Indonesia / FOSI).

Technical session dibuka oleh Julianta Panjaitan selaku Ketua ISPG (periode 2016 – 2018). Dalam sambutannya, Bang Julianta dengan antusias memaparkan milestone ISPG 4 tahun terakhir dan program kerja ISPG untuk periode 2 tahun ke depan. Dimoderatori oleh Rulliyansyah (Div. Eksternal ISPG), acara diskusi berlangsung cukup santai namun tetap serius dan penuh antusiasme dari para audiens. Pak Andang memulai acara ini dengan memaparkan empat program utama KEN saat ini dalam usaha percepatan eksplorasi nasional serta potensi besar cadangan migas dalam negeri yang belum dioptimalkan; yaitu Biogenic Gas, Volcanic reservoir, Pre-Tertiary Play (spesifik pada wilayah Indonesia Barat) serta Unconventional Play. Sejalan dengan empat program KEN tersebut, Andang Bachtiar mengusulkan agar acara technical session ISPG berikutnya dapat mengundang para stakeholder yang banyak terlibat dalam kegiatan eksplorasi migas di Indonesia.

Bang Julianta selaku ketua ISPG memaparkan milestone dan program kerja ISPG
Bang Julianta selaku presiden ISPG memaparkan milestone dan program kerja
Pak Andang menerangkan potensi migas Indonesia yang belum terjamah
Pak Andang menerangkan potensi migas Indonesia yang belum terjamah


Sesi berikutnya dibawakan oleh Herman Darman yang membahas mengenai cekungan-cekungan mature di Indonesia dalam bentuk kurva-kurva statistik creaming curve. Gambaran mengenai petroleum system yang ada pada tiap-tiap cekungan dan source rock yang dominan pada suatu cekungan ditampilkan pula dalam bentuk bubble map (lacustrine, carbonate, deltaic).

Materi terakhir yang disampaikan oleh Herman Darman cukup mengundang perhatian lebih dari para peserta, yaitu mengenai proyek terbaru Komunitas IndoGeo Social Enterprises. Program ini adalah sebagai jawaban dari kondisi krisis dan kelesuan dunia migas global yang dampaknya terasa hingga ke Indonesia. Menyasar para fresh graduate yang tengah kesulitan mencari pekerjaan di perusahaan migas atau para pekerja yang baru terkena lay-off/PHK, Herman berusaha menyatukan mereka dalam komunitas Indogeo untuk berkarya dalam beberapa proyek ambisius. Tujuannya adalah menghasilkan karya nyata terdokumentasi mengenai cekungan migas dan geologi Indonesia, semisal produk peta geologi digital, kompilasi data dasar cekungan migas Indonesia, reproduksi grafik dan illustrasi geologi, data geologi untuk kepentingan geowisata, dan beberapa produk nyata lainnya. Begitu menariknya program tersebut hingga dalam waktu singkat, 70 orang sudah secara resmi menyatakan bergabung dan terlibat dalam proyek ini.

Berikutnya, sesi tanya-jawab singkat disambut para peserta dengan penuh antusias. Di akhir acara, optimisme terekam jelas dari materi yang dibawakan Andang Bachtiar, bahwa kita perlu bekerja lebih keras melahirkan ide-ide baru untuk eksplorasi di cekungan-cekungan yang saat ini kita duga sudah masuk tahap mature, salah satunya dengan memperbanyak riset-riset dasar ilmu eksplorasi. Masih banyak potensi play migas baru yang perlu kita lirik, bahkan kita masih bisa berbuat banyak dengan besaran cadangan struktur-struktur discovery senilai total 5,26 BBOE yang menurut catatan pribadi Andang, belum banyak disentuh secara teknis untuk diproduksikan.

Di lain sisi, Herman Darman menyuarakan optimisme yang menyentuh langsung para pelaku migas yang terkena dampak krisis. Masih banyak cara untuk berkontribusi nyata demi kemajuan dunia migas Indonesia dan ini bisa dilakukan bersama-sama. Kompilasi mengenai data-data dasar cekungan migas Indonesia yang coba dibawakan Pak Herman dalam presentasinya, merupakan langkah solutif dan krusial untuk memetakan ulang kondisi cekungan-cekungan migas Indonesia secara lebih akurat untuk kemudian dijadikan pegangan bagi pemerintah, akademisi / institusi keilmuan, dan para stakeholder pelaku migas.

Acara ditutup dengan sesi buka puasa bersama penuh keakraban. Para peserta diskusi dengan leluasa dapat berinteraksi dengan panitia acara dalam bentuk obrolan ringan, termasuk melanjutkan tanya-jawab dengan kedua narasumber.

Foto bersama seluruh peserta dan pembicara setelah acara usai
Foto bersama seluruh peserta dan pembicara setelah acara usai


Sampai berjumpa di program-program ISPG berikutnya!!