Evaluasi Stratigrafi Wilayah Halmahera dan Kaitannya Dengan Kemungkinan Potensi Hidrokarbon

Rp200,000.00

SARI

Stratigrafi Lengan Selatan, Lengan Tenggara dan Lengan Timurlaut Halmahera berbeda satu dengan lainnya meskipun terdapat beberapa kemiripan. Wilayah Halmahera yang mencakup ketiga lengan tersebut memiliki tiga runtunan sedimentasi yang diendap-kan tidak selaras di atas batuan ultramafik, meskipun umumnya dijumpai sentuhan secara tektonik. Runtunan pertama mencakup batuan sedimen Mesozoikum Akhir (Yura Akhir – Kapur Akhir), didominasi oleh endapan laut dalam berlingkungan busur muka dan batuan gunungapi bersusunan alkali – felspar yang menunjukkan adanya suatu busur gunungapi. Runtunan sedimen ini hanya terdapat di Lengan Tenggara dan Lengan Timurlaut. Runtu-nan kedua mencakup sedimen berumur Paleosen Akhir – Miosen Tengah yang dapat dipisahkan menjadi Paleosen Akhir – Eosen Akhir dan Eosen Akhir – Miosen Tengah. Runtunan kedua ini diplsahkan dari runtunan pertama oleh suatu ketldak-selarasan Paleosen Awal. Di Lengan Timurlaut, runtunan Paleosen Akhir Eosen Akhir terdiri dari sedimen klastik dan karbonat laut dangkal yang ditutupi secara tidak selaras oleh enda-pan gu,nungapi berkomposisi alkali – felspar dan secara tidak selaras ditutupl lagi oleh runtunan Eosen Akhir – Miosen Tengah berupa batuan sodimen laut dangkal yang hagian atasnya didominasl endapan karbonat Di Langan Tenggara dijumpal endapan klastik laut dangkal dad runtunan Paleosen Akhir Eosen Akhir yang mengandung rombakan ultramafik dan batugaMping. Secara tidak selaras runtunan lni ditutupi oleh endapan batugamping berumur Miosen Tengah, sedangkan endapan berumur Eosen Akhir Miosen Awal tidak dijumpai. Di Lengan Selatan batu gunungapi bersusunan alkali -felspar berumur Oligo – Miosen merupakan batuan tertua. Runtunan ketiga mencakup endapan sedimen klastik dan batugamping Miosen Akhir – Pliosen yang dipisahkan dari runtunan kedua oleh suatu ketidak-selarasan regional pada Miosen Tengah. Berdasarkan data geologl permukaan yang ditunjang oleh hasil analisa laboratorium dan interprestasl data seismik tahun 1989/1990, potensi hidrokarbon yang dapat diha-rapkan di wilayah Halmahera kemungkinan di daerah antara Lengan Tenggara dan Langan Selatan yang dikenal sebagai Teluk Weda dimana ketebalan sedimen mencapai 6.000 meter lebih.

Description

Authors : H. Uneputty, Sam Supriatna & Fred Hehuwat