Hubungan Antara Cekungan Bengkulu dengan Cekungan Sumatra Selatan Pada Awal Tersier

Rp200,000.00

SARI

Cekungan Bengkulu dan Cekungan Sumatera Selatan merupakan cekungan yang terbentuk pada Zaman Tersier . Kegiatan tektonik yang terjadi pada Kapur Akhir sampai Tersier Awal amat berpengaruh pada se-baran dan bentuk cekungan tersebut. Sedimentasi batuan gunungapi mengawali pengisian kedua ce-kungan itu, kemudian disusul oleh proses genanglaut hingga antara kedua-duanya terjadi hubungan berupa salu-ran atau mungkin selat di antara pulau gunungapi . Hubungan itu mungkin antara lain terdapat di utara Manna, di daerah Bengkulu . Setelah genanglaut mencapai puncaknya pada pertengahan Miosen, terjadilah kegiatan tektonik yang mengakibatkan susutlaut; hubungan kedua cekungan itu terputus, dan terpisahkan oleh rangicai-an Bukit Barisan . Cekungan Sumatera Selatan akhirnya berubah menjadi daratan, sedangkan pusat Cekungan Bengkulu diduga bergeser ke arah barat atau baratdaya.

ABSTRACT

The setting of the Bengkulu and South Sumatra Basins that came into existence in the Tertiary , were very much influenced by tectonic activity during Late Cretaceous time. Sedimentation in the basins started with the deposition of volcaniclastics which was followed by transgression whereby a channel or strait came into being which was stretched out between volcanic islands . This sea connection possibly was located north of Manna in the Bengkulu area . After the maximum transgression in the Middle Miocene came tectonism and regression, and resulted in cutoff of the sea connection by the emerging Barisan Range . The South Sumatra Basin was then turn-ed , into land , and the central part of the Bengkulu Basin very likely moved toward the west or southwest .

Description

Authors : T.C. Amin & S. Gafoer