Perkembangan Kegiatan Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi di Indonesia

Rp200,000.00

SARI- Secara geologis di Indonesia terdapat 60 buah cekungan sedimen, namun baru 38 cekungan yang sudah dieksplorasi, sedangkan sisanya belum dijamah kegiatan industri migas. Cekungan-cekungan yang telah dieksplorasi 14 diantaranya mengandung minyak dan gas bumi serta telah berproduksi, 9 cekungan telah dibor dan terbukti mengandung hidrokarbon serta 15 cekungan lag: belum ada penemuan walaupun sudah dijajaki dengan pemboran. Sejak ditemukannya lapangan minyak Telaga Said di Sumatera Utara pada tahun 1885, pencarian minyak dan gas bumi di Indonesia meningkat dan mengalami perkembangan yang pesat pada pasca Perang Dunia ke-II. Meningkatnya kegiatan pencarian minyak dan gas bumi dipengaruhi oleh beberapa falaor antara lain faktor geologi, geografi, stabilitas politik dan ekonomi di dalam negeri “term & condition PSC” dan harga minyak. Puncak akttfitas pencarian minyak dan gas bumi di Indonesia pernah dicapai pada tahun 1982 dengan ditandai oleh aktifitas pemboran sumur eksplorasi yang berjumlah 280 dan pada saat itu harga minyak US $ 35 setiap barel.

ABSTRACT – Geologically, Indonesia have 60 sedimentary basins but only 38 of those were explorated and the others not touch yet by oil and gas industry activities. From the exploration activities, 14 sedimentary basins produces gas and oil, 9 basins show hydrocarbon contents and 15 basins undiscovered hydrocarbon eventhough were drilled. Since the discovery of Telaga Said oil field ( North Sumatra ) in 1885, oil and gas explorations in Indonesia rapidly increase after the Second World War. The increasing activities due to several factors i.e. geology, geography, political stability, oil price and economic ( term and condition PSC ). Peak of hydrocarbon exploration activities in Indonesia was reached in 1982 which indicated by drilling of 280 exploration wells and top position of oil price $ 35 each barrel.

Description

Authors : Amrullah Yazid, Sunoto & S. Dwi Djatmiko