Sidikjari Hidrokarbon dalam Lumpur Porong, Sidoarjo, Jawa Timur

Rp200,000.00

SARI

Erupsi lumpur di daerah Porong, Sidoardjo sejauh ini telah menimbulkan banyak isu kontroversi berkaitan dengan kandungan hidrokarbon di dalamnya tanpa adanya suatu kepastian yang disampaikan ke publik. Dari sudut pandang geokimia minyak bumi, metoda sidikjari dikemukakan dalam penelitian ini sebagai upaya mengetahui karakteristik hidrokarbon yang terdapat di dalam erupsi lumpur. Disamping adanya limbah minyak buangan dari alat-alat berat yang beroperasi di lokasi erupsi dan sekitarnya, tidak dapat dipungkiri lagi bahwa sejak awal lumpur tersembur keluar permukaan bumi pada bulan Mei tahun 2006 sampai dengan hari ini, telah terindikasikan adanya hidrokarbon baik dalam bentuk fluida maupun gas. Secara jelas analisis biomarker telah berhasil digunakan sebagai perangkat untuk mengetahui karakter dari sumber bahan organik, tingkat kematangan termal serta lingkungan pengendapan hidrokarbon terkandung di dalam lumpur. Penelitian geokimia terhadap ekstrak lumpur telah menunjukkan karakteristik biomarker dari biota asal kehidupan akuatik tertutup yang bisa merujuk pada kondisi lingkungan seperti laguna atau danau dengan tingkat kematangan termal berbeda antara hidrokarbon pada awal erupsi dengan kondisi sekarang. Fakta ini menunjukkan kepada kita tentang adanya sumber material lumpur yang keluar akhir-akhir ini berasal dari kedalaman lebih dangkal atau semakin merambah ke arah permukaan. Terjadinya penurunan muka tanah di daerah Porong dan sekitarnya walau perlahan tapi pasti nampaknya konsisten dengan semakin meluasnya pembentukan rongga bawah permukaan. Fenomena lain adalah keberadaan rembesan gas hidrokarbon di lokasi erupsi lumpur dan sekitarnya yang juga telah diketahui tingkat kematangan termal dan sumbernya dengan pendekatan analisis komposisi gas dan rasio isotop karbonnya. Diketahui bahwa gas mengandung komposisi dengan dominasi metana termogenik dan secara jelas menunjukkan pertambahan tingkat kematangan termal gas dalam periode lebih kurang enam bulan. Fakta ini memberikan implikasi secara jelas adanya gas yang keluar dari sumber yang semakin dalam. Kondisi ini sebaiknya mendapatkan perhatian sangat serius dari pemerintah, mengingat gas dari kedalaman tinggi berpotensi tekanan besar, sangat berbahaya dan destruktif bagi lingkungan sekitar dengan ekshalasi yang sulit diperkirakan.

Kata kunci: erupsi, sidikjari, biomarker, sumber bahan organik, kematangan termal, lingkungan
pengendapan, metana termogenik, isotop karbon dan destruktif.

Description

Author : F. X. Widiarto, Jonathan Setyoko, Hanik Humaida, Ahmad Zaennudin