Studi Batuan Induk Hidrokarbon di Cekungan Jawa Timur Bagian Barat

Rp200,000.00

SARI

Daerah penelitian terletak di bagian barat Cekungan Jawa Timur dengan akumulasi minyak dan gas yang penting telah ditemukan, baik di daerah lepaspantai maupun di daratan. Meskipun dalam penemuan saat ini yang cukup penting, masih menjadi pertanyaan tentang aspek geokimia petroleum cekungan terutama di bagian barat. Studi data geokimia conto minyak dan batuan meliputi sifat fisik dan molekul dari 5 sumur dan 4 rembesan minyak dari daerah daratan bagian barat Cekungan Jawa Timur. Berdasarkan hasil analisis kekayaan dan kematangan batuan induk, Formasi Ngimbang klastik pada Rembang-1 memiliki kekayaan istimewa sebagai batuan induk. Formasi Ngimbang klastik pada tahap awal matang (early mature) dan memiliki kecenderungan untuk menghasilkan minyak dan gas yang berasal dari kerogen tipe II dan tipe III. Korelasi minyak – minyak pada daerah penelitian dibagi menjadi dua kelompok minyak. Kelompok minyak yang pertama merupakan minyak yang material organiknya berasal dari campuran antara tumbuhan tingkat tinggi dan alga, sehingga lingkungan pengendapan dari batuan induk untuk kelompok minyak ini mencirikan lingkungan pengendapan yang lebih ke arah estuarin/deltaik?. Kelompok minyak ini dicirikan oleh
bentuk distribusi alkana normal dengan dua puncak, yaitu pada C17 dan C27, perbandingan fitana terhadap pristana yang rendah, triterpana trisiklik C23 yang tidak dominan dan adanya kehadiran C26, kehadiran nonhopanoid berupa oleanana, terkadang hadir nonhopanoid berupa gammaserana dan resin pada triterpana
pentasiklik, jumlah yang lebih besar dari C27 pada sterana, dan nilai Cv isotop karbon lebih kecil dari -5. Kelompok minyak yang kedua merupakan minyak yang material organiknya lebih banyak berasal dari tumbuhan tingkat tinggi, sehingga lingkungan pengendapan dari batuan induk untuk kelompok minyak ini mencirikan lingkungan pengendapan yang lebih ke arah terestrial. Kelompok minyak ini dicirikan oleh bentuk
distribusi alkana normal dengan satu puncak yaitu pada C27, perbandingan fitana terhadap pristana yang lebih rendah, kehadiran nonhopanoid berupa oleanana dan resin dalam jumlah yang cukup tinggi, jumlah yang lebih besar dari C29 pada sterana, dan nilai Cv isotop karbon lebih besar dari +4. Berdasarkan diagram C27-C28-C29 dari empat rembesan minyak dan ektraksi batuan induk dari tiga sumur menunjukkan korelasi positif tentang minyak dari darat dan Formasi Ngimbang klastik hasil kenampakan dari triterpana (m/z 191) dan sterana (m/z 217) distribusinya menunjukkan kesamaan yang cukup dekat antara rembesan minyak
Kedung Jati dan Galeh dengan ekstraksi batuan induk (Formasi Ngimbang klastik) dalam sumur Rembang-1. Hal ini diperkirakan bahwa rembesan minyak Kedung Jati dan Galeh dihasilkan dari Formasi Ngimbang klastik. Korelasi minyak – batuan induk di daerah penelitian menunjukkan bahwa Formasi Ngimbang Eosen bertindak sebagai batuan induk yang menghasilkan kelompok minyak terestrial-estuarin/deltaik (?).

Categories: ,

Description

Author : Danis Agoes Wiloso, Bernhard W. Seubert, Eddy A. Subroto, Eddy Hermanto