Zonasi Biostratigrafi Nanoplangton Berumur Coniacian – Maastrichtian (Kapur Akhir) Cekungan Bituni

Rp200,000.00

Abstrak

Cekungan Bintuni adalah cekungan foreland yang terletak di kepala burung Papua. Posisi yang berada pada posisi sekitar tumbukan lempeng Australia, Eurasia dan Pasifik menyebabkan cekungan tersebut mengalami sejarah tektonik dan pengendapan yang kompleks. Pada dekade terakhir ini, sediment Pra-Tersier cekungan tersebut telah menjadi obyek yang menarik untuk eksplorasi hidrokarbon, yaitu sejak ditemukan beberapa lapangan gas raksasa di Kompleks Tangguh selama tahun 1990an. Karena hal tersebut, biostratigrafi Pra-Tersier cekungan ini perlu dianalisis secara teliti untuk kemudian dibuat bagan zonasi yang lebih aplikatif dan akurat sehingga kegiatan eksplorasi pada play berumur Pra-Tersier dapat dilakukan secara lebih baik. Merujuk skala waktu geologi, Kapur Akhir (99.6 m.y.a.-65.5 m.y.a.) meliputi tahapan umur antara Cenomanian sampai Maastrichtian, sedangkan berdasarkan zonasi nanoplangton Sissingh (1977) berkisar antara zone CC9 sampai CC26. Analisis biostratigrafi kuantitatif yang dilakukan terhadap penampang sediment sumuran dan permukaan menunjukkan bahwa kemunculan nanoplangton yang relatif melimpah dan menerus hanya dijumpai pada sediment Grup Kambelengan Atas yang berumur Turonian sampai Maastrichtian. Dengan alasan tersebut maka penyusunan zonasi khusus untuk Cekungan Bintuni kali ini dibatasi pada zone antara CC12 sampai CC26. Selain 16 bidang umur yang menjadi batas zone antara CC12 sampai CC26, beberapa spesies lain yang mempunyai datum kemunculan awal (FO) dan/atau kemunculan akhir (LO) dalam interval umur tersebut juga diketahui muncul relatif konsisten sehingga dalam studi ini digunakan untuk memperhalus 14 zone Sissingh (1977) kedalam 24 subzone. Pembagian biostratigrafi dilakukan dengan menggunakan datum dari spesies yang meliputi E. eximius, L. maleformis, M. furcatus, U. Staurophora, M. decussata, L. arcuatus, R. anthoporus, M. concava, L. cayeuxii, E. floralis, Q. gartneri, C. obscurus, B. parca, B. parca consctricta, C. verbeekii, B. hayi, P. cretacea, C. ovalis, C. aculeus, Q. sissinghii, A. cymbiformis, C. arcuatus, Q. trifidum, R. levis, A. scotus, T. pachelosus, C. kamptneri, M. praemurus, M. murus, C. daniae, W. barnesae, E. turrisefelii dan M. decoratus.

Description

Author : Panuju, Mufdi F, Imam P, Ginanjar R, Iskandar F, Buskamal