Identifikasi Fosil Rombakan di Lapisan Miosen Cekungan Kutai dan Implikasi Geologinya

Rp200,000.00

SARI

Fosil-fosil foraminifera bentonik khas laut terbuka dari zona Outer Shelf hingga Bathyal seringkali dijumpai di dalam batupasir endapan delta berumur Miosen di cekungan Kutai, Kalimantan Timur, Berdasarkan kemiripan fisik, kondisi pengawetan, habitat asal serta asosiasinya, fosil-fosil tersebut sering diinterpretasikan sebagai fosil rombakan. Studi tentang fosil rombakan ini dilakukan pada lebih dari 1500 conto batuan yang diatnbil saat survei geologi permuknan maupun dari lubang-lubang tembak seismik di beberapa lapangan on-shore di cekungan Kutai. Didapatkan antara 3%-6% dari jumlah per conto di atas mengandung fosil rombakan. Pada beberapa daerah fosil-fosil rombakan itu ditemukan pada level stratigrafi yang relatif sama. Sebagai perbandingan digunakan hasil analisa mikropaleontologi dari beberapa sumur di sekitar daerah penelitian yang rnemperlihatkan fenomena yang serupa. Ciri fisik fosil rombakan tersebut antara lain adalah : 1. Foraminifera bentonik agglutin besar, 2. Tidak terawetkan dengan baik, aus dan tidak utuh 3. Mempunyai tingkat kelimpahan sangat jarang hingga sedikit, dan 4. Kadang dijumpai berasosiasi dengan foraminifera brackish. Pada umumnya mereka ditemukan di dalam batupasir lepas, bersih, berbutir kasar hingga sedang yang menghalus ke atas, khas dari suatu endapan kanal. Beberapa specimen yang teridentifikasi antara lain adalah Cyclanuttina, Bathysiphon, Tertularia, Ammodiscus dart large Haplophragmoides. Implikasi geologi dari keberadaan fosil rombakan ini adalah kernungkinan peranannva sebagai penciri batas sekuen (sequence boundary) dalam suatu pengendapan yang didominasi oleh lingkungan delta.

Description

Authors : Armein Suleiman, Dyah Agustin Wulandari & Andang Bachtiar