Koreksi Statik Menggunakan Metoda Ray-Turning Tomography dan Tomostatic (2011)

Rp200,000.00

ABSTRAK

Data survey seismik darat biasanya dipengaruhi oleh kondisi geologi dekat permukaan yang ekstrim, khususnya pada daerah dengan lapisan lapuk yang bervariasi secara lateral atau daerah dengan variasi elevasi yang cukup tinggi. Pengaruh tersebut terutama pada proses pengolahan data seismik tahap koreksi statik. Ketidak-akuratan dalam melakukan koreksi statik dapat memberikan distorsi hasil pengolahan data seismik akhir berupa penampang seismik yang kurang fokus. Koreksi statik pada tahap pengolahan data seismik selama ini mengalami perkembangan yang cukup pesat, mulai dari metoda koreksi elevasi, uphole hingga refraksi. Perkembangan terakhir pada perhitungan koreksi statik saat ini menggunakan metoda tomografi yang relatif lebih akurat dalam membuat model kecepatan. Metoda turning-ray tomography dan tomostatics merupakan salah satu metoda perhitungan koreksi statik yang menggunakan data waktu tempuh dengan membuat model lapisan dan kecepatan dekat permukaan menggunakan inversi kecepatan. Diasumsikan bahwa lapisan dekat permukaan adalah kontinyu dan memiliki gradien kecepatan positif sehingga gelombang yang menjalar kedalam bumi pada sudut terntentu akan dibelokkan kembali menuju permukaan (Zhu dan McMechan, 1989). Prinsip dari metoda ini adalah meminimalkan perbedaan antara waktu tempuh observasi (first-break) dan waktu tempuh perkiraan yang diperoleh dari perhitungan ray-tracing gelombang pada model awal. Paper ini berisi perhitungan tomostatik pada data seismik sintetik dengan model lapisan bumi sederhana dan penerapannya pada data seismik sesungguhnya di daerah Matindok Sulawesi tengah yang memiliki variasi elevasi curam. Pemodelan seismik sintetik dilakukan pada variasi model geologi bawah permukaan sederhana dengan permukaan berelevasi, dikombinasikan dengan variasi kecepatan secara vertikal. Hasil pemodelan kecepatan lapisan dekat permukaan menggunakan metoda turning-ray tomography memberikan gambaran model lapisan dan kecepatan yang cukup akurat. Pada penerapan metoda koreksi statik pada data seismik sesungguhnya, dalam hal ini lintasan seismik 2D daerah matindok, terlihat bahwa koreksi statik menggunakan metoda tomostatik memberikan hasil lebih baik dibandingkan dengan menggunakan metora seismik refraksi biasa.

Description

Author : Alpius Dwi Guntara, Khaerul Muttaqin, Awali Priyono