Paradigma Baru dalam Optimasi Aplikasi Metoda CRS Stack di Indonesia – Studi Kasus di Laut Natuna dan Kalimantan Timur

Rp200,000.00

ABSTRAK

Analisa kecepatan dengan metoda yang selama ini dilakukan di pusat pengolahan data seismik untuk koreksi NMO/DMO, perlahan tapi pasti ternyata tidak perlu dilakukan lagi apabila menggunakan metoda CRS stack. Berawal dari metoda “macro-model independent zero-offset imaging”yang kemudian dikembangkan lebih lanjut didasarkan pada pendekatan waktu tempuh hiperbolik multi parameter atau disebut juga dengan Common Reflection Surface (CRS) stack. Metoda ini awalnya menggunakan input macro-model, akan tetapi untuk parameter kecepatan ternyata dapat dihitung langsung dari data pre stack.
Untuk studi kasus penggunaan metoda ini di Indonesia dilakukan di Laut Natuna dan Kalimantan Timur dengan kelebihan yang didapat antara lain (1) analisa kecepatan tidak dilakukan secara manual, (2) dapat meningkatkan fold coverage dan S/N rasio, (2) ketika dilakukan stack, trace seismik tidak mengalami stretched, (3) data preserve amplitude dan (4) dapat meningkatkan kualitas image seismik sehingga identifikasi struktur lebih jelas.
Agar didapatkan hasil yang optimal dalam pengolahan data CRS stack diusulkan mengikuti: (a) sebelum dilakukan CRS stack perlu dilakukan preconditioning yang tepat sesuai dengan kondisi data, (b) sebaiknya diaplikasikan untuk data seismik 2D dengan fold rendah sehingga didapatkan hasil yang cukup baik, sedangkan untuk fold yang cukup besar hasilnya tidak jauh berbeda dibandingkan dengan pengolahan biasa dan (c) untuk data 3D dapat meningkatkan fold maupun S/N rasio dengan hasil akhir pengolahan yang sangat baik.
Hasil akhir pengolahan ini sangat membantu dalam mengurangi resiko eskplorasi dan pengembangan lapangan minyak dan gas di Indonesia.

Description

Authors : Asep Hendriana R, Indro Purwaman H & M. Kusuma Utama