Pembentukan Gas di Blok Karang Agung Sumatera Selatan dan Pengaruhnya Terhadap Hidrokarbon Play Konsep

Rp200,000.00

ABSTRACT

Blok Karang Agung terletak di Sub Cekungan Palembang Utara cekungan Sumatera Selatan. Morfologi bawah permukaan blok Karang Agung menunjukkan bahwa daerah selatan blok Karang Agung lebih membentuk daerah dalaman dan daerah utara blok karang agung merupakan daerah-daerah tinggian. Pola konfigurasi Cekungan di blok Karang agung yang sangat bervariatif mengontrol penyebaran gas di blok Karang agung sehingga sangat mempengaruhi play konsep dalam eksplorasi gas di blok Karang Agung. Data yang dipakai untuk mengetahui pembentukan gas terdiri atas enam sumur, antara lain: sumur SRN-1 (data gas normalisasi dan data gas isotop), sumur PJR-1 (data gas normalisasi dan data gas isotop), Sumur PYH-1 (data gas normalisasi dan data gas isotop), sumur KBU-1 (data gas normalisasi) dan sumur CHY-1 (data gas normalisasi). Data-data tersebut diambil dari well report dan analisa geokimia gas di blok Karang Agung dan sekitarnya. Berdasarkan hasil analisis data isotop, dan analisa geokimia gas menunjukkan bahwa daerah-daerah tinggian (di daerah blok Karang Agung) lebih berkembang gas metan yang mana semakin dalam di daerah utara perkembangan gas termogenik kuantitasnya menjadi bertambah. Sementara itu untuk eksplorasi gas di daerah selatan menunjukkan kandungan CO2 yangmana kuantitasnya semakin dalam semakin tinggi, dan gas-gas tersebut merupakan gas termogenik. Distribusi gas di blok Karang agung menunjukkan bahwa gas-gas tersebut penyebarannya sangat dikontrol oleh kondisi geologi dan keberadannya sangat mempengaruhi konsep eksplorasi gas di blok Karang Agung, sehingga konsep eksplorasi yang berkembang di blok Karang Agung menunjukan bahwa Formasi Lemat atas, Lower Talang Akar, dan Formasi Gumai untuk daerah selatan merupakan Formasi yang berpotensi sebagai reservoir gas non-CO2, namun Formasi Lemat bagian bawah di daerah selatan menunjukkan kandungan gas CO2 yang cukup tinggi sebesar 90%, sehingga Formasi Lemat bawah merupakan Formasi yang kurang ekonomis sebagai reservoir disebabkan kandungan Formasi tersebut yang mengandung gas CO2. Dan pada daerah utara blok KarangAgung menunjukkan bahwa Formasi Lower TalangAkar dan Formasi Lemat merupakan Formasi yang berpotensi gas hidrokarbon dan untuk Formasi Gumai (bagian utara) merupakan Formasi yang berpotensial mengandung hidrokarbon dan didominasi oleh gas-gas metan yang ekonomis untuk kehidupan manusia sehingga dapat diproses menghasilkan LNG,LPG maupun CNG.

Description

Authors : Tjahyadi A, Beiruny S