Sikuenstratigrafi Wilayah Barat Cekungan Arafura – Studi Kasus Penampang Sedimen Sumur Barakan-1 dan Koba-1

Rp200,000.00

ABSTRAK

Cekungan Arafura melampar dari Tinggian Merauke perairan Indonesia di bagian utara sampai daratan Australia bagian utara. Sejauh ini diketahui bahwa cekungan yang mulai terbentuk pada umur Proterozoik (+575 ma) ini mempunyai ketebalan sedimen yang relatif tipis (<4500m) karena beberapa interval sedimen dari berbagai umur sudah mengalami erosi secara signifikan dalam perkembangannya. Hal ini menyebabkan potensi hidrokarbon di cekungan tersebut menjadi diragukan karena struktur-struktur perangkap yang sebelumnya terbentuk kemungkinan besar telah mengalami penerobosan. Tetapi belakangan ini, setelah sejumlah data seismik baru diperoleh dan dievaluasi melalui berbagai studi, ternyata daerah di wilayah bagian barat daya Cekungan Arafura (timur laut Kepulauan Tanibar) juga memiliki sedimen yang cukup tebal. Hal ini menimbulkan optimisme baru bagi ahli kebumian Indonesia bahwa beberapa area di Cekungan Arafura termasuk daerah frontier laut dangkal yang menjanjikan. Untuk lebih mengetahui model pengendapan dari wilayah yang dianggap cukup potensial tersebut, suatu studi sikuenstratigrafi telah dilakukan terhadap wilayah barat Cekungan Arafura. Obyek studi adalah penampang sedimen yang ditembus Sumur Barakan-1 dan Koba-1. Metode untuk identifikasi komponen sikuen dilakukan dengan menggunakan pendekatan multidisiplin (terintegrasi) dari berbagai data kebumian yang meliputi biostratigrafi, lingkungan pengendapan, litologi serta log gamma ray dan resistivity. Analisis sikuenstratigrafi terhadap kedua penampang sumur menunjukkan bahwa pada Sumur Koba-1 dapat diidentifikasi 12 batas sikuen (SB) dan 9 maximum flooding surface (MFS), sedangkan pada Sumur Barakan-1 dapat dikenali 12 SB, 11 MFS dan 1 transgressive surface (TS). Korelasi sikuenstratigrafi dan pemaduan data MFS dan SB dari kedua sumur tersebut secara kronologis menghasilkan duabelas (12) unit sikuen. Unit-unit sikuen berumur Paleozoik dan Mesozoik dipisahkan oleh ketidakselarasan dengan interval umur yang signifikan sehingga meningkatkan resiko terjadinya penerobosan struktur perangkap hidrokarbon, sedangkan pada umur Kenozoik init-unit sikuen dipisahkan oleh ketidakselarasan yang secara stratigrafi relatif tidak signifikan.

Description

Authors : Panuju, Sudarma Sofyan, Heru Lastiadi Setiawan