Pola Struktur dan Tatanan Tektonik Irian Jaya Serta Kaitannya Dengan Kemungkinan Keterdapatan Hidrokarbon

Rp200,000.00

SARI

Struktur yang terdapat didaerah Irian Jaya merupakan bagian barat dari kumpulan struktur Pulau Irian Jaya atau yang disebut dalam bahasa Inggris New Guinea. Secara grafi, corak pulau itu memang aneh karena mirip seekor burung dengan kepala, leher, badan dan ekornya. Hal ini berkait erat dengan akibat bertumbuknya Lempeng Australia dan Lempeng Pasifik. Yang tampak sekarang merupakan fase terakhir serangkaian gerakan tektonik yang berlangsung sejak awal Neogen hingga sekarang. Wilayah itu dikenal dengan sebutan ‘Orogen Melanesia’. Di Pulau Irian dapat dibedakan tiga mends-la struktur utama. Di timur disebut dengan Jalur giat Irian (New Guinea active zone). lni bersambung kebarat ke Jalur Sesar-Naik Pegunungan Tengah (JSNPT) yang batas barat-nya adalah Leher Burung, juga disebut sebagai Rekahan Kerak Aru Waipona (Aru Waipo-na Crustal Fracture/AWCF). Ke arah barat hasil periukan ditandai dengan pergeseran lempeng yang berbentuk Jalur Lipatan Lengguru (JLL) dan Sesar Naik Weyland, yang kedua-duanya membentuk roman Leher Burung. Sebagai tanggapan terhadap pergerak-an lempeng di jalur rekahan di bagian utara Kepala Burung terbentuk Sesar Sorong-Yapen. Sesar itu diduga giat pada awal Orogonesis Melanesia. Keterdapatan hidrokarbon di Indonesia bagian timur pada umumnya den Irian khususnya, tidak teriepas dari tatanan geologinya dan evolusi tektonik daerah ini. Di Irian, lapangan minyak yang menghasilkan terdapat di daerah Kepala Burung, yaitu daerah Sorong dan Salawati. Hidrakarbon itu terperangkap dalam terumbu gamping (berstruktur ‘pinacle reef’) yang berumur Mio-Pliosen. Untuk bagian Leher dan Badan Burung target eksplorasi tidak same dengan pola cebakan yang ada di bagian baratdaya paulau ini. Di sebelah timur pola (hydrocarbon play) tersebut sangat rumit, katanya dengan adanya beberapa deformasi yang kuat sehingga migrasi primer hidrocarbon yang telah terbentuk susah dilacak. Sasaran ke depan adalah perlu dipikirkan rencana eksplorasi yang matang hubungannya dengan pola struktur yang ada dan sejarah remigrasi hidrokarbon tersebut.

Description

Author : M. Endharto