Posisi Tektonik Bawean-Muria dalam Hubungan dengan Hidrokarbon Cekungan Cepu, Jawa Tengah

Rp200,000.00

SARI

Penyebaran batuan vulkanik yang terisolasi di P. Bawean terletak di lepas pantai utara Jawa tengah; kondisinya berbeda dengan daerah busur vulkanik Jawa. Batuan penyusun adalah phonotepite, basal andesite, trasit dan fonolit mengandung jumlah leusit dalam jumlah yang signifikan. Unsur kimia utama, unsur jejak dan komposisi mineral menunjukkan magma asal adalah kalk-alkalin dan shosonit. Adanya hubungan antara lava basalt dan batugamping menunjukkan lingkungan pengendapan laut. Batuan yang memperlihatkan kemiripan petrograpi diperoleh dari gunungapi Muria. Lebih lanjut, hasil analisis petrografi, petrokimia dan Zr-Ti memberikan kesimpulan bahwa posisi tektonik Bawean dan Muria adalah lingkungan busur belakang.
Studi seismik di perairan Laut Jawa dan Cekungan Cepu menunjukkan orientasi dominan tektonik pada arah NE-SW, yang searah dengan Eosen Meratus seperti yang diusulkan oleh Asikin (1974) dan Pulunggono & Martodjoyo (1994). Sesar pada batuan dasar dan sedimen dasar laut pada penampang seismik menunjukkan indikasi cekungan. Hal ini menunjukkan bahwa tektonik Meratus telah mengalami pengaktifan kembali.
Hasil pentarikan umur batuan menunjukkan 0,67 sampai 0,26 juta tahun di Bawean dan 0,6 sampai 0,4 juta tahun di Muria yang menunjukkan lebih muda daripada tektonik Pra-Tersier Meratus. Berdasarkan kedua petrogenesa dan analisis tektonik, batuan vulkanik Bawean dan Muria merupakan emplaced di bawah kontrol dari aktivasi sistem tektonik Meratus di lingkungan bususr belakang. Muria telah terbentuk, sedangkan Bawean membentuk kondisi laut dan makin jauh ke utara. Berdasarkan rasio antara 87Sr dan 86Sr ini dapat ditafsirkan bahwa asal magma berlokasi di kedalaman sekitar 130 kilometer (Hutchison, 1982).
Topografi daerah tinggian Bawean-Muria ke arah Jawa membagi Cekungan Cepu ke dalam dua sub-cekungan. Pengaktifan kembali system tektonik Meratus menerus ke fenomena neotektonik ditunjukkan oleh hasil survei seismik.

Katakunci: Bawean-Muria, busur belakang, busur vulkanik Jawa, sistem tektonik Meratus, reaktivasi

Description

Authors : Ildrem Syafrie, Adjat Sudradjat, Ediar Usman