Re-Appraisal, Tectonic, and Sedimentary Control of Bone Basin (2010)

Rp200,000.00

ABSTRAK

Cekungan Bone terletak di bagian selatan Pulau Sulawesi, diapit oleh lengan barat dan lengan timur bagian selatan Sulawesi. Kawasan Cekungan Bone berlokasi diantara busur volkanik Sulawesi selatan dan kompleks tumbukan dari kawasan tenggara Sulawesi. Tektonik regional Cekungan Bone merupakan bentukan cekungan muka busur yang dibatasi ophiolit belt Sulawesi Timur akibat dari subduksi ke arah barat di timur Sulawesi selama paleogen. Rezim kompresi pada kala neogen akibat dari pergerakan mikroplate Banggai Sula yang menghasilkan obduksi di atas kompleks akresi tersebut, melibatkan pula mikrokontinen Buton/Tukang Besi yang menumbuk Sulawesi bagian tenggara. Kegiatan tektonik ini mempengaruhi penampang urutan stratigrafi cekungan bone. Stratigrafinya dapat diidentifikasi sebagai dua periode yang berbeda, Periode basin rifting & filling dan periode syn orogenic. Model kematangan dari Sumur BBA-1X dikawasan Sengkang, menunjukan batuan induk yang potensial berada pada umur eosen, Oil destruction/Gas zone terbentuk diperkirakan terjadi pada kedalaman 17.500ft dan hidrokarbon mulai migrasi pada Miosen (Yulihanto, 2004). Adanya Gas show pada beberapa sumur (KB-1, SB-1, Peniki-1, KB Utara-1 dan Lamata-1) di kawasan Sengkang Timur pada Formasi Walanae (Pliosene) setidaknya dapat menjadi bukti hidrokarbon telah termigrasi ,pada mekanisme multi hidrokarbon play di runtunan stratigrafi yang sama pada cekungan Bone. Dengan meninjau kembali publikasi tentang Cekungan Bone, tulisan ini bermaksud merangsang ide eksplorasi di cekungan Bone masih berpeluang mendapatkan HC meskipun runtunan stratigrafinya dimulai dari Paleogene, namun fokus kita pada aspek tektonik neogene yang telah terbukti menginisiasi multi hydrocarbon play pada Cekungan Bone.

Description

Author : Risman Adhitiya, Syahreza S Angkasa, Vicco Oryzavica V, Abdul Riyansyah Parinduri, Dodi Wirasatia, Rady Adiarsa