Tinjauan Aspek Provenance Fasies Batupasir Deltaik Pengaruhnya Terhadap Perkembangan Kualitas Reservoar pada Sejumlah Lapangan di Cekungan Kutai (2011)

Rp200,000.00

ABSTRAKSI

Fasies batupasir merupakan salah satu tipikal batuan reservoar sebagai penyumbang hidrokarbon paling dominan pada industri perminyakan khususnya di Indonesia dan untuk cekungan Kutai fasies batupasir prosentasenya menduduki tempat teratas diperkirakan > 85% dari total reservoir yang ada. Perkembangan kualitas reservoar fasies batupasir disamping dikontrol oleh lingkungan sedimenatsinya juga dipengaruhi oleh aspek diagenesis dan komposisi batuan. Dalam tulisan ini, dari ketiga aspek tersebut, akan lebih fokus terhadap aspek komposisi dan hubunganya dengan batuan sumber (provenance), mengingat perkembangan karakteritik fasies batupasir disamping dikontrol oleh lingkungan penegndapan juga sangat dipengaruhi oleh batuan sumbernya. Hasil penenlitian terhadap sejumlah 199 perconto yang diambil dari beberapa lapangan (sub-surface) dan perconto permukaan menunjukkan batuan sumber fasies batupasir deltaik tersebut umumnya berasal dari percampuran (recycle orogen) batuan meta-sediment, granitik, sedimen dan sedikit volkanik. Korelasinya dengan hal tersebut diatas, tergambarkan secara jelas bahwa aspek batuan sumber menjadi kontrol utama perkembangan karakteristik fasies batupasir di daerah-daerah tersebut terutama setelah mengalami proses diagenesa. Butiran kristal kuarsa dan fragmen batuan terutama fragmen batuan sedimen, meta-sedimen dan volkanik sangat signifikan proporsinya rata-rata > 12 %. Pengaruh kontribusi fragmen batuan yang umumnya bersifat tidak stabil (unstable grains) di dalam lingkungan diagenetik, bersama-sama dengan kontrol perkembangan kompaksi dan sementasi mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap penurunan kualitas reservoar fasies-fasies batupasir endapan deltaik di cekungan Kutai.

Description

Author : Agus Priyantoro