Analisis Biomarker Beberapa Perconto Formasi Sangkarewang dan Formasi Sawahlunto di Cekungan Ombilin

Rp200,000.00

SARI

Bahan organik dalam batuan sumber maupun minyak bumi dapat ditentukan asalnya, apakah dari lingkungan laut, darat atau danau, melalui analisis biomarker. Selain asal sumber bahan organik, analisis biomarker dapat juga menentukan tingkat kematangan termalnya. Untuk itu dilakukan analisis kromatografi gas dan kromatografi gas-spektrometri massa (GC dan GC-MS). Distribusi n-alkana pada perconto batuan yang berasal dari Formasi Sangkarewang maupun dari Formasi Sawahiunto, menunjukkan sangat dominannya senyawa pristana. Hat ini mencirikan asal bahan organik darat yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan beroksigen. Meskipun demikian, terdeteksi adanya pengaruh lingkungan air tawar (algal) yang terlihat pada distribusi alkana dengan puncak maksimum pada C,5. Analisis GC-MS menunjukkan bahwa senyawa pentasiklotriterpana sangat dominan pada seluruh perconto yang dianalisis. Senyawa Ini terdiri dari komponen-komponen hopana yang sangat dominan sehingga mencirikan adanya kontribusi bakteri. Sterana terdapat dalam proporsi yang relatif kecil setelah diasterana. Adanya unsur diasterana menunjukkan kondisi fasies lingkungan yang kaya akan mineral-mineral lempung yang secara efektif akan berfungsi sebagai katalis pada proses penataan ulang dari sterana menjadi diasterana selama proses diagenesis. Analisis biomarker berdasarkan harga Indeks MeW Fenantrena (MPI) menunjukkan bahwa Formasi Sangkarewang berada pada tingkat kematangan termal awal matang, sedangkan Formasi Sawahiunto belum matang.

Categories: ,

Description

Authors : Sutiana, F.X. Widiarto, Indra Siregar & S. Marnida Ulibasa