Eocene-Miocene Plate-Tectonic Habitats and Structural Style of Gorontalo Basin, Sulawesi (2010)

Rp200,000.00

SARI

Kompleksnya tatanan geologi di cekungan Gorontalo merupakan tantangan bagi para ahli geologi dalam menentukan structural style yang berkembang di daerah tersebut. Akibat adanya beberapa periode ekstensional dan kompresional, structural style yang berkembang di cekungan Gorontalo memiliki karakteristik yang khas. Dibalik kompleksnya tatanan geologi, cekungan Gorontalo juga memiliki potensi hidrokarbon yang diindikasikan oleh lima belas titik ALF anomaly yang tersebar di Teluk Tomini dan empat rembesan minyak di batas Selatan cekungan (Jablonski dkk, 2007). Pada Miosen Tengah terjadi Collision antara lengan Timur Sulawesi dengan mikrokontinen Banggai-Sula sepanjang sesar Sorong, yang menyebabkan terjadinya rotasi lengan Utara Sulawesi searah jarum jam sesuai dengan konsep “Escape Tectonic”. Dari hasil interpretasi penampang seismik dan analisis evolusi tektonik, pada masa Eosen, cekungan Gorontalo memiliki habitat tektonik lempeng primer complited rift yang merupakan batas divergen dan habitat tektonik lempeng sekundernya back arc marginal seas (with spreading) yang merupakan batas konvergen. Sehingga structural style dominan yang berkembang di cekungan Gorontalo adalah extensional fault blocks. Mengidentifikasi structural style yang berkembang pada suatu cekungan merupakan salah satu tahap awal yang paling penting dalam eksplorasi migas. Tahap ini memiliki tingkat kesulitan yang tinggi karena sangat jarang ditemukan karakteristik tunggal yang unik dalam sekumpulan pola struktur. Diharapkan dengan adanya pembahasan mengenai structural style di cekungan Gorontalo dapat meminimalisir resiko dalam eksplorasi migas.

Kata kunci: Gorontalo basin, Plate-Tectonic Habitats, Structural Style, Hydrocarbon Prospectivity

Description

Author : Siti Asyiah, M. Rifqy Suwondo, Reybi Waren