Studi Geokimia Batuan Induk dan Korelasinya dengan Sampel Minyak Bumi di Cekungan Ombilin (2010)

Rp200,000.00

ABSTRAK

Telah banyak studi geokimia yang dilakukan di Cekungan Ombilin sejak tahun 1980an. Dengan demikian telah relatif banyak data geokimia yang ada, akan tetapi sistem petroleum di Cekungan Ombilin masih tetap misteri. Dalam studi kali ini, telah diambil 39 sampel batuan sedimen yang mencakup empat formasi, yaitu Formasi Ombilin, Sawah Tambang, Sawahlunto, dan Sangkarewang. Selain itu sebuah sampel rembesan minyak bumi dari Kolok juga diambil. Sampel sedimen dianalisis secara geokimia untuk mengetahui kekayaan, kematangan dan tipe material organik yang dikandungnya. Hasil analisis studi batuan sedimen menunjukkan bahwa Formasi Ombilin, Sawah Tambang, dan Sawahlunto mengandung material organik tidak banyak (miskin sampai sedang, TOC < 0,58%). Formasi yang kaya adalah Formasi Sangkarewang. Dari tiga puluh sampel Formasi Sangkarewang, hanya dua sampel yang mengandung karbon organik dengan jumlah sedang (antara 0,5 dan 1%). Sampel lainnya (28 sampel) mengandung karbon organik dengan jumlah yang relatif kaya (lebih besar dari 1%, yaitu antara 1,11 dan 12,45%). Analisis kematangan batuan induk didasarkan atas dua teknik, yaitu pirolisis Tmax dan reflektansi vitrinit (Ro). Hasil analisis Tmax menunjukkan bahwa sampel Formasi Sangkarewang telah memasuki jendela minyak, sedangkan hasil reflektansi vitrinit menunjukkan kematangan yang lebih rendah dibandingkan dengan kematangan hasil pirolisis. Kemungkinan besar hasil reflektansi vitrinit mengalami supresi, karena sampel Formasi Sangkarewang banyak yang mengandung indeks hidrogen (HI) relatif tinggi, yaitu dari tiga puluh sampel, dua puluh tiga di antaranya mempunyai nilai HI di atas 300 (317-654), yang berarti sampel formasi ini termasuk ke dalam kategori tipe kerogen campuran II dan III sampai tipe I, yaitu kerogen yang berpotensi membentuk campuran minyak dan gas sampai minyak. Selain itu, beberapa sampel terpilih dari Formasi Sangkarewang dan sebuah sampel rembesan minyak dari daerah Kolok dianalisis kandungan biomarkernya dengan menggunakan alat kromatografi gas (GC) dan kromatografi gas – spektrometer massa (GC-MS). Distribusi biomarker sampel rembesan minyak dari Kolok sangat menyerupai distribusi biomarker minyak bumi dari Sinamar dan tampaknya setipe dengan distribusi biomarker batuan sedimen yang diambil dari Formasi Sangkarewang.

Description

Author : Ivan Teguh Andhika Praja, Eddy A. Subroto, Dicky Eko Hehakaya, Rizky Amanda, Dardji Noeradi