Estimasi Maturasi Hidrokarbon Menggunakan Metode HTTI (Heat Thermal Temperature Index) pada Batuan Reservoar

Rp200,000.00

ABSTRAK

Penelitian maturasi hidrokarbon di cekungan-cekungan sedimen di Indonesia umumnya telah berhasil dengan baik. Penentuan maturasi hidrokarbon, umumnya menggunakan teknologi geokimia, dimana data geokimia sampai saat ini masih merupakan salah satu indikator yang cukup akurat untuk memprediksi maturasi hidrokarbon. Metode yang sering dipakai diantaranya TTI (Time Temperature Index), TAI (Thermal Alteration Index) dan VR (Vitrinite Reflectance). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menghitung jumlah panas berdasarkan kasus sederhana Lopatin-Waples dan perhitungan Time Temperature Index (TTI), yang dimodifikasi dengan memasukkan parameter thermal. Sehingga total maturasi pada suatu ruang batuan (sedimen), diubah dengan suatu rumusan thermal (HTTI, kal cm-3). Besarnya harga HTTI ini menjadi dasar untuk  memperkirakan tingkat maturasi hidrokarbon pada masing-masing sumur, yang didukung oleh data geokimia, yaitu vitrinite reflectance (VR atau Ro). Hasil yang diperoleh pada sumur X dan Y adalah immature pada nilai HTTI = 1-2 (×103) kal cm-3. Minyak bumi yang matang ditunjukkan oleh harga jumlah kalor (HTTI) = 10-15 (×103) kal cm-3. Hidrokarbon sangat matang pada sumur X ditunjukkan oleh harga jumlah kalor (HTTI) = 50-70 (×103) kal cm-3. Gas pada sumur X ditunjukkan oleh harga jumlah kalor (HTTI) = 100-150 (×103) kal cm-3.

Description

Authors : Dian Novitasari, Ordas Dewanto, Lestria Novita Gyamirtie, Bagus Sapto Mulyatno