Identifikasi Gejala Diapirik Dalam Hubungannya Dengan Pemerangkapan Hidrokarbon di Lapangan Sangatta dan Sekitarnya

Rp200,000.00

SARI

Daerah Sangatta termasuk dalam Cekungan Kutai yang secara geografis terletak kurang lebih 230 km di sebelah utara Balikpapan, Kalimantan Timur. Stratigrafi Cekungan Kutai dari tua ke muda adalah Fm. Mangkupa, Fm, Beriun, Fm. Kedango, Fm. Pamaluan, Fm. Pulubalang, Fm. Balikpapan, dan Fm. Kampung Baru yang diendapkan mulai dari Eosen sampai Pliosen. Selama ini diketahui bahwa hidrokarbon di lapangan-lapangan minyak Cekungan Kutai berasal dart Frn. Pamaluan sebagai “source rock”. hidrokarbon yang diketernukan secara ekonomis adalah dari lapisan-lapisan batupasir Fm. Pulubalang, Fm. Balikpapan dan Fm. Kampung Baru yang diendapkan pada lingkungan prodelta sampai delta plain dan berumur mulai dari Miosen Tengah sampai Pliosen. Pematangan batuan induk di daerah ini diperkirakan terdiri dari dua fase. Fase pertama adalah sebelum Miosen Awal dan fase ke dua adalah sebelah Miosen Awal. Fase pertama telah mengalami “over mature” dan telah bermigrasi ke sebelah barat antiklin Melawan-Runtu. Penampang-penampang seismik yang ada memperlihatkan pola perlipatan di daerah ini cenderung dikontrol oleh proses diapirik. Serpih Fm. Pamaluan terlihat menerobos kuat pada antiklin Maritan dan Benderang di sebelah barat, dan semakin ke timur intensitas diapirik semakin melemah yang membentuk antiklin Melawan-Runtu dan Kubah Pinang. Kenyataan demikian menunjukkan proses diapirik berakhir tidak bersamaan. Di daerah Maritan, “shale flow” Fm. Pamaluan mulai menerobos pada kala Miosen Tengah, dan berakhir lebih dahulu yaitu pada sekitar Miosen Akhir, disusul di Melawan-Runtu pada sekitar Pliosen dan kemudian di Pinang pada kala Pleistosen. Jika migrasi hidrokarbon fasa ke dua berasal dari arah timur dan terjadi pada Plio-Pleistosen maka diapir Melawan-Runtu dan diapir Maritan merupakan “barier” dimana hidrokarbon tidak sampai bermigrasi ke sebelah barat antiklin ini. Di sebelah barat antiklin Maritan dan Melawan-Runtu, hidrokarbon masih bisa diharapkan berasal dari batuan induk fasa pertama yang mengalami migrasi sekunder sehingga tidak sempat terjadi “over mature”.

Description

Authors : Elan Biantoro, Bob Biantoro & Ibrahim Muchlis