Optimasi Produksi Pada Reservoir Permeabilitas Rendah Melalui Karakterisasi Reservoir – Pentingnya Studi Petrografi dan Lingkungan Pengendapan (2010)

Rp200,000.00

ABSTRAK

Studi integrasi petrografi dan lingkungan pengendapan dari perconto batuan inti-bor yang dikombinasikan dengan data log-sumur dan uji-kandung lapisan untuk karakterisasi batuan reservoir merupakan salah satu metode yang relatif cepat, hasil akurat, biaya kompetitif guna meningkatkan kualitas dan kepercayaan terhadap kesimpulan yang diperlukan selama kegiatan eksplorasi, pengembangan dan produksi minyak dan gasbumi. Makalah ini memberikan penjelasan bagaimana sesungguhnya hasil analisis petrografi dan lingkungan pengendapan secara effisien dan efektif dapat memberikan rekomendasi awal untuk strategi pengembangan lapangan dan optimalisasi produksi pada reservoir batupasir dengan permeabilitas rendah. Sebagai studi kasus akan dibahas dua tipe batupasir penghasil minyak dan gasbumi dari Formasi Bekasap, Bangko, dan Pematang (Cekungan Sumatera Tengah), Tanjung (Cekungan Barito) dan Kampung Baru (Cekungan Kutei). Tipe-I adalah reservoir permeabilitas rendah yang secara dominan dipengaruhi oleh lingkungan pengendapan. Tipe ini dijumpai pada bagian atas dari Formasi Bekasap dan Bangko yang diendapkan pada lingkungan sistem estuarin , tersususn oleh batupasir berbutir sangat halus-halus dengan bioturbasi intensitas rendah sampai tinggi. Batupasirnya diklasifikasikan sebagai feldspathic dan lithic greywacke yang mempunyai permeabilitas sampai 200 mD. Tipe-II yaitu reservoir permeabilitas rendah yang sangat dikontrol oleh proses diagenesis atau kombinasi diagenesis dan lingkungan pengendapan yang dijumpai pada Formasi Tanjung, Formasi Kampung Baru, dan bagian atas Formasi Pematang. Reservoir tipe ini tersusun oleh batupasir konglomeratan (sublitharenite dan litharenite) dengan permeabilitas hanya belasan mD, berbutir kasar sebagai hasil pengendapan sistem delta-fan dan braided channel. Proses diagenesis kompaksi, rekristalisasi dari masadasar lempung, pertumbuhan mineral sekunder yang mengisi pori dapat diidentifikasi dengan baik dari analisis petrografi. Kedua tipe reservoir tersebut dapat dioptimalisasi produksinya dengan menerapkan pemboran horisontal untuk Tipe-I dan stimulasi perekahan buatan untuk reservoir Tipe-II. Keberhasilan tersebut menunjukan perlunya kerjasama yang mendalam antara disiplin ilmu kebumian dan teknik perminyakan, serta membuktikan peran penting analisis terpadu petrografi, lingkungan pengendapan dan core-log-well test dalam mengatur strategi pengembangan lapangan maupun optimalisasi produksi.

Description

Author : Hadi Prasetyo, Junita T. Musu