Perkembangan Sedimentasi Formasi Brani, Formasi Sawahlunto dan Formasi Ombilin Ditinjau dari Provenance & Komposisi Batupasir Cekungan Ombilin (2011)

Rp200,000.00

ABSTRAK

Daerah penelitian merupakan bagian dari Cekungan Ombilin yang terletak di sebelah tenggara Kota Padang dengan luas wilayah penelitian 400 km2. Secara stratigrafis, dari tua ke muda formasi pada daerah penelitian terdiri dari batuanPra-Tersier bagian dari Lempeng Mikro Mergui, Formasi Brani, Formasi Sangkarewang, Formasi Sawahlunto, Formasi Ombilin dan Formasi Ranau. Sampel diperoleh dari singkapan dan diwakili oleh 30 sampel sayatan tipis yang menghasilkan 19 kelas petrografi dan di dapatkan komponen-komponen kunci yang menjadi penciri dari masing masing formasi. Detritus penciri batupasir pada Formasi Brani terdiri dari plagioklas, fragmen batuan metamorf, dan fragmen batuan karbonat (marbel). Detritus penciri batupasir pada Formasi Sawahlunto terdiri dari fragmen kuarsa monokristalin dengan pemadaman bergelombang, dan fragmen rijang. Sedangkan detritus penciri batupasir pada Formasi Ombilin terdiri dari fragmen batuan sedimen (lempung glukonit), dan fragmen batuan vulkanik. Dari hasil korelasi data singkapan dengan sayatan tipis dapat diketahui lingkungan pengendapan, kondisi tektonik pada saat pengendapan, dan setelah pengendapan. Lingkungan pengendapan pada daerah penelitian, dimulai dari lingkungan darat (sungai braided), pada saat ini diendapkan fasies konglomerat polimik yang termasuk dalam Formasi Brani bagian bawah (pre-rift sediment), dan kemudian diendapkan fasies breksi yang termasuk dalam Formasi Brani bagian atas (syn-rift sediment) yang merupakan endapan kipas alluvial dikontrol oleh tektonik ekstensional. Fasies batupasir berbutir kasar merupakan bagian dari Formasi Sawahlunto yang diendapkan pada sungai meandering berasosiasi dengan daerah rawa. Fasies batupasir berbutir halus merupakan bagian dari Formasi Ombilin yang termasuk endapan distributary channel sampai dengan lagoon atau neritik yang didominasi oleh fragmen batuan vulkanik, dan fragmen batuan sedimen. Batuan sumber dari sedimen tertua diperkirakan berasal dari tinggian yang terletak pada timurlaut daerah penelitian, sedangkan batuan sedimen Tersier, batuan sumbernya berasal dari tinggian yang terletak di sebelah baratlaut dari cekungan yang diperkirakan berasal dari tinggian basement yang tersingkap pada saat tektonik regangan pada Paleosen-Eosen dan uplift karena tektonik kompresi pada Miosen-Resen.

Kata Kunci: Sedimentasi, Formasi Brani, Formasi Sawahlunto, Formasi Ombilin, Provenace

Description

Author : Yulia Febri Yeni