Proses Daigenesis Batuan Volkaniklastik dan Implikasinya Terhadap Perkembangan Porositas

Rp200,000.00

SARI

Batuan-batuan reservoar silisiklastik yang mengandung hidrokarbon seringkali berasosiasi dengan batuan volkaniklastik. Beberapa batuan volkaniklastik dapat juga berfungsi sebagai batuan reservoar. Contohnya batuan volkaniklastik Formasi Jatibarang. Potensi batuan volkaniklastik sebagai batuan reservoar lebih manyak dipengaruhi oleh proses diagenesis yang menyerangnya daripada kontrol mekanisme pengendapannya. Hal ini dikarenakan komposisi batuan volkaniklastik kebanyakan berupa mineral-mineral yang tidak stabil, sehingga sangat rentan terhadap proses diagenesis. Studi kasus yang digunakan dalam penelitian ini adalah batupasir volkanik Formasi Nglanggran. Contoh-contoh batupasir volcanik tersebut disayat tipis, dengan diberi epoksi blue-dye, lain diamati di bawah mikroskop petrografi. Pengamatan juga dibantu dengan Scanning Electron Microscopy (SEM). Proses diagenesis yang menyerang batupasir volkanik formasi Nglanggran berupa alterasi, kompaksi, dan pelarutan antar-lapisan. Proses alterasi telah mengubah fragmen batuan volkanik menjadi mineral lempung autigenik, yang berdasarkan pengamatan SEM adalah khlorit. Proses kompaksi menghasilkan kontak butir jenis planar. Proses pelarutan antar-lapisan (interstratal) melarutkan sebagian mineral felspar, dan membentuk pori-pori sekunder. Porositas awal batupasir volkanik Formasi Nglanggran telah termatikan oleh proses alterasi maupun kompaksi selama proses diagenesis berlangsung. Proses pelarutan antar-lapisan telah membentuk pori-pori sekunder yang meningkatkan kembali porositasnya. Peningkatan kembali porositas ini memberikan peluang batupasir volkanik tersemit untuk dapat menjadi batuan reservoar.

ABSTRACT

The siliciclastic reservoir rocks which contain hydrocarbon are often associated with volcaniclastic rocks. Some volcaniclastic rocks can act as reservoir rocks. For example, oil and gas are found at fractured volcaniclastic rock sequence of the Jatibarang Formation. The potency of volcaniclastic rocks to become reservoir rocks are mostly influenced by the diagenetic processes which attack than rather than by their depositional mechanism. This because the compositions of the volcaniclastic rocks largely are unstable minerals, so that they are very susceptible to diagenetic processes. The case study for this investigation is volcaniclastic rocks of the Nglanggran Formation. The volcanic sandstone samples of this formation were thin-sectioned, impregnated with blue-dye epoxy, and then observed under the petrographic microscope. The observations were also supported by Scanning Electron Microscopy (SEM). The diagenetic processes attacking the volcanic sandstone of the Nglanggran Formation are alteration, compaction, and interstratal leaching. The alteration processes have changed the rock fragments, which are the main compositions of the rocks, into the authigenic clays. The clay species determined by SEM are chlorite. The compaction processes resulted planar intergranular contacts. The interstratal leaching processes produced partial leaching of feldspar, and formed secondary pores. The original porosity of the volcanic sandstone of the Nglanggran Formation has ceased due to alteration, as well as compaction taking place during the diagenetic processes. The intrestratal leaching has reopened its pore. The reincrease of the porosity gives the chance to the volcanic sandstone to become a reservoir rock.

Description

Authors : Dianto Isnawan, Iman W. Sumarinda & Ev. Budiadi