Sikuen Stratigrafi dan Potensi Reservoar Air Beryodium di Zona Kendeng Bagian Timur Cekungan Jawa Timur Utara

Rp200,000.00

SARI

Proses penurunan muka air laut purba (“Sea level drop”) yang berlangsung pada Jaman Pleistosen (1.22) atau 1,6 juta tahun yang lalu, di daerah Zona Kendeng bagian timur ditandai dengan pengendapan Formasi Pucangan yang diendapkan dalam kondisi lingkungan pengendapan turbidit. Formasi Pucangan bagian bawah didominasi oleh litologi batupasir dari seri Ta & Tb Bouma, dan berfungsi sebagai reservoir air beryodium dengan kadar yodium rata-rata 150 ppm, sedangkan Formasi Pucangan bagian atas berkembang dominan sebagai lempung pasiran dan lempung yang merupakan seri Tc, Td, Te Bouma, dan berfungsi sebagai batuan penutup dari batuan reservoir Formasi Pucangan bagian bawah. Formasi Pucangan ini tersingkap dengan balk di Gunung Pucangan (lokasi tipenya) dan desa Cendoro. Penurunan muka air laut purba pada 0,8 juta tahun yang lalu (batas N.22/N.23) telah mempengaruhi daerah penelitian, yaitu menjadi lingkungan pengendapan darat, dan diendapkan Formasi Kabuh dengan litologi dominan batupasir yang mempunyai struktur sedimen perlapisan silang-siur dan DENGAN BUTIRAN menghalus ke arah atas, ini merupakan ciri endapan sungai (“point bar”), tersingkap baik di Kec. Kabuh (lokasinya tipenya), dan di lereng selatan Gunung Pucangan. Batupasir Formasi Kabuli ini merupakan batuan reservoir air beryodium di sumur-sumur produksi yodium PT. Kimia Farma di Watudakon. Batas antara Formasi Pucangan bagian atas dengan Formasi Kabuh bagian bawah adalah merupakan batas sekuen 0,8 juta tahun yang lain. Formasi Kabul ditutupi oleh Formasi Notopuro (N23 bagian atas) yang berkembang sebagai endapan lahar, tersingkap dengan baik di dusun Segunung (2.5 sebelah barat pabrik Kimia Farina Watudakon). Endapan aluvial Kali Brantas dengan ketebalan rata-rata 20-35 m, merupakan sedimen yang termuda di daerah penelitian.

Description

Author : M. Yohanes P. Koesumo