Studi Diagenesis dan Hubungannya Terhadap Porositas Batupasir Formasi Kerek

Rp200,000.00

ABSTRAK

Formasi Kerek dikenal sebagai formasi dengan persentase batuan sedimen yang melimpah. Batuan sedimen terbentuk melalui proses dengan tahapan-tahapan tertentu, salah satunya adalah tahapan diagenesis. Diagenesis sangat mempengaruhi karakteristik batuan sedimen yaitu struktur, tekstur, tipe sementasi, pori-pori fluida, dan komposisi mineralnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tahapan diagenesis, tipe sementasi, lingkungan diagenesis dan hubungan tahapan diagenesis terhadap porositas batupasir. Data ini akan membantu mengidentifikasi potensi porositas batupasir karbonatan dalam eksplorasi reservoir batupasir. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan meliputi pemetaan geologi dan pengukuran stratigrafi dan analisis data laboratorium yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop polarisasi dan scanning electron microscope (SEM) pada 7 sampel sayatan yaitu P 01, P 02, P 03, P 04, P 05, P 06, dan P 07.
Struktur sedimen yang dijumpai pada batupasir karbonatan yakni burrows, convolute ripple lamination, graded bedding, parallel lamination, cross lamination, current ripple lamination, yang merupakan penciri endapan turbidit (Bouma Sequence). Jenis batuan pada daerah penelitian yaitu kalkarenit (fragmen dominan cangkang) dengan nama batuan packed biomicrite dan
packstone. Batupasir karbonatan didominasi oleh mineral feldspar dan kuarsa dengan nama batuan carbonate quartzwackes dan carbonate feldspathic arenite. Terdapat tiga jenis mineral semen pada batupasir karbonatan yaitu semen kalsit, semen klorit dan semen pirit.
Berdasarkan analisis petrografi batupasir karbonatan pada daerah Kaliputih, diketahui tahapan diagenesis meliputi sementasi, pelarutan, penggantian, bioturbasi, dan kompaksi. Data pada batupasir menunjukkan nilai porositas menjadi semakin kecil seiring derajat diagenesis yang semakin besar, khususnya pada batupasir karbonatan dengan semen klorit yang memiliki nilai porositas kecil, yaitu 1% pada P01, P02, dan P04; 5% pada P06; 7% pada P03. Dengan demikian, batupasir karbonatan dengan derajat diagenesis yang lebih kecil seperti P07 dengan nilai porositas 15% dapat menjadi reservoir batupasir yang baik daripada
batupasir karbonatan dengan derajat diagenesis yang lebih besar.

Kata kunci : Formasi Kerek, batupasir karbonatan, diagenesis, porositas, reservoir

Description

Authors : Bayan Novrian, Agatha Armadhea Vasthi, Dewi Mindasari, Vahyu Vanny Hertanto