Tinjauan Geologi Daerah Tanjung-Brebes (2010)

Rp200,000.00

Abstrak:

Cekungan Jawa Tengah Utara masih menjadi perdebatan yang cukup menarik untuk dibahas. Akumulasi hidrokarbon di daerah Barat dan Timur cekungan ini, menjadikan Cekungan Jawa Tengah sangat penting untuk dipahami agar didapatkan kesimpulan yang baik mengenai keberadaan hidrokarbon di Pulau Jawa. Eksplorasi hidrokarbon yang telah dilakukan sampai saat ini belum bisa menjelaskan sistem petroleum yang bekerja di daerah tersebut. Permasalahan batuan induk, reservoir, dan perangkap masih menjadi hal yang harus dikaji lebih lanjut walaupun faktor-faktor tersebut sudah ada di daerah eksplorasi Tanjung-Brebes. Studi lapangan di daerah Brebes memberikan indikasi telah berjalannya petroleum system di daerah ini dengan ditemukannya beberapa dead oil dan rembesan hidrokarbon. Akan tetapi keberadaan batuan induk dan waktu migrasi dari hidrokarbon tersebut masih belum terpecahkan. Keberadaan lapisan batupasir yang tebal, tempat ditemukannya dead oil, dengan struktur slumping yang dihasilkan oleh suatu sistem gravitasi, dapat dijadikan analogi lapisan Formasi Halang di bawah permukaan. Internal structure pada penampang seismik memperlihatkan struktur tersebut dengan skala yang lebih besar. Struktur tersebut merupakan bagian dari suatu endapan mass transport complexes (MTC) yang juga dihasilkan oleh sistem aliran gravitasi (gravity mass flow). Provenance dan distribusi dari MTC ini menjadi faktor penting dalam mencari batupair yang memiliki potensi reservoir. Struktur geologi yang terbentuk di permukaan memperlihatkan kemenerusan NW SE dengan pola yang menyerupai horse tail pada sistem strike slip. Di bawah permukaan, struktur tersebut lebih sulit untuk didefinisikan karena kualitas seismik yang buruk. Struktur yang terbentuk lebih terlihat sebagai thin-skinned thrust fault daripada flower structure yang dihasilkan oleh sistem strike slip. Akan tetapi, struktur-struktur tersebut telah membentuk beberapa perangkap yang akan sangat berperan dalam akumulasi hidrokarbon. Model geologi yang dibangun dari data yang ada menjadi langkah awal dalam memahami kondisi geologi sampai petroleum system di daerah ini. Cekungan ditafsirkan bearada di bagian Selatan dan berfungsi sebagai tempat diendapkannya batuan induk untuk daerah ini. Formasi yang berfungsi sebagai batuan induk adalah pada level ekivalen Formasi TalangAkar. Hidrokarbon akan bermigrasi melalui sesar sesar yang terbentuk akibat kompresi yang menghasilkan suatu bentukan flower structure pada suatu sistem strike slip. Formasi Halang (turbidit) berkembang di bagian Selatan, sedangkan di bagian Utara, merupakan daerah stabil yang ditumbuhi oleh batu gamping. Migrasi hidrokarbon tidak sampai ke daerah Utara sehingga sumur-sumur yang ada di daerah Utara tidak terisi oleh hidrokarbon. Dengan model ini, eksplorasi di area Tanjung-Brebes akan lebih difokuskan ke arah Selatan mendekati batuan induk yang telah ditafsirkan. Model geologi ini masih sangat umum dan memerlukan data yang lebih lagi agar didapatkan model yang lebih sesuai. Pengeboran pada level Formasi Halang sangat diperlukan untuk mengkonfirmasi keberadaan hidrokarbon di daerah ini.

Description

Author : D. Hilmawan, A. Naskawan, M. Fajar, M. B. Satyawan, T. K. Usman, I. Yuliandri, M. J. Panguriseng, W. Sadirsan