Peranan Wrench Fault pada Akumulasi Hidrokarbon di Pulau Madura

Rp200,000.00

SARI – Pulau Madura terletak di sebelah timer Surabaya dan secara geologi merupakan bagian dari Cekungan Jawa Timur Utara. Lebih dari 100 sumur telah dibor dan diantaranya menghasilkan lapangan-lapangan minyak. Sumur-sumur tersebut umumnya adalah sumur dangkal dengan kedalaman antara 30-650 meter. Integrasi data-data : seismik, pemboran dan penampang stratigrafi terukur menghasilkan gambaran struktur-struktur bawah permukaan yang terdapat di Pulau Madura. Deformasi yang terjadi pada awal Miosen Tengah menyebabkan reaktifasi dari sesar-sesar yang memotong Batuan Dasar dan menghasilkan pembentukan awal dari wrench fault. Tektonik Plio-Pleistosen selain mempercepat perkembangan dari wrench fault tersebut, juga ditandai oleh pembentukan perlipatan dan pengangkatan, yang menyebabkan sebagian batuan reservoir tersingkap. Hal ini direfleksikan kepermukaan sebagai suatu seri antiklin yang menjadi perangkap hidrokarbon. Formasi-formasi yang berpotensi sebagai reservoir adalah Ngimbang, Kujung, Tuban dan Tawun. Hidrokarbon yang terbentuk sejak Miosen Akhir dari batuan induk Formasi Ngimbang, dan Kujung, bermigrasi melalui wrench fault ke arah perangkap yang ada.

ABSTRACT – Madura island is located at the east of Surabaya city, East Java. This island, geologically is part of the North East Java Basin. More than hundred wells have been drilled in this area and discovered several oil fields. The wells relatively shallow, about 30 to 650 meters. The purpose of this study is to produce a model of the subsurface structure that occured at the Madura Island. This study was done by integrating the measured stratigraphic sections, seismic and well data. The Madura Island was deformed by the reactivation of the basement faults during early Middle Miocene indicating the initial of the wrench faultings. Moreover, the later compressions accelerated the wrench faultings and caused part of the reservoir rocks in this area cropped out during Plio-Pleistocene. The folding and faultings are expressed at the surface as series of anticlines which later contain hydrocarbon. The hydrocarbon were generated during Late Miocene in the the Ngimbang Formations. Then, it migrated through the wrench faults and trapped into the reservoir rocks of the Ngimbang, Kujung, Tuban and Tawun Formations which are the prolific reservoir rocks of this area.

Description

Author : Bambang Supriyadi