Studi Palinologi untuk Sikuenstratigrafi di Lintasan A Formasi Tapak, Cekungan Banyumas

Rp200,000.00

ABSTRAK

Palinologi adalah ilmu yang mempelajari palinomorf yang ada pada saat ini beserta fosilnya dan merupakan salah satu studi dari biostratigrafi untuk menentukan umur dan lingkungan pengendapan suatu batuan berdasarkan dari kelimpahan jumlah palinomorf. Perkembangan studi dari palinologi di Indonesia masih dapat berkembang lebih jauh dan prospektif karena semakin giat eksplorasi minyak dan gas bumi di Indonesia yang merupakan wilayah lingkungan pengendapan transisi. Studi palinologi dalam hal ini bertujuan untuk menentukan pola sikuenstratigrafi dalam suatu lapisan batuan berdasarkan dari data jumlah kelimpahan palinomorf. Studi Sikuenstratigrafi berdasarkan palinologi ini dilakukan di lintasan A yaitu daerah Kedung Randu, Gunung Tugel dan Bunkanel, cekungan Banyumas, Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif melalui pengamatan mikroskopik dan perhitungan dengan metode analisis kuantitatif pada 166 data sampel sedimen yang diambil dari formasi Tapak, Cekungan Banyumas. Dari hasil analisis deskripsi dan perhitungan yang kemudian dapat ditentukan persentase dari masing-masing jenis palinomorf di dalamnya. Dari hasil persentase tersebut akan menunjukkan trend yang diinterpretasikan menjadi beberapa sikuenstratigrafi. Dari hasil pengamatan ditentukan karakteristik zona pada lintasan hanya terdapat satu zona palinologi yaitu, Dacrycarpidites australiensis / Podocarpusimbricatus yang menunjukkan karakteristik umur pliosen akhir dan memiliki karakteristik lingkungan pengendapan yang berbeda – beda dari Backmangrove sampai Mangrove. Dari presentase kelimpahan palinomorf lintasan ini, dapat juga ditentukan pola sikuen yang terbentuk. Dari trend persentase kelimpahan yang dibentuk, menunjukkan adanya penurunan muka air laut ketika jumlah persentase palinomorf mulai berkurang drastis dan menunjukkan adanya kenaikan muka air laut ketika jumlah palinomorf meningkat. Dari hasil penelitian didapat 3 pola sikuen yang terbentuk yaitu sikuen a, sikuen b dan sikuen c.

Description

Authors : Reza Permadi, Ukky Marth Saputra